Tampilkan postingan dengan label KERIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KERIS. Tampilkan semua postingan

17 Maret, 2010

KERIS SABUK INTEN


NAGA SASRA SABUK INTEN. Salah satu judul cerita karya SH Mintarja, kemudian menjadi pemahaman yang keliru bahwa ada keris NAGA SASRA SABUK INTEN. Padahal itu dua nama Dapur keris yang berbeda Keris NAGA SASRA (naga seribu) ber luk 13 dengan ukiran NAGA di bagian GANDIK bilah keris, sedangkan keris Dapur SABUK INTEN adalah luk 11 dengan ciri ciri yang berbeda dengan NAGA SASRA.

15 Januari, 2010

KERIS MAJAPAHIT



KERIS MAJAPAHIT, keris yang ditempa dengan ribuan kali lipatan, menghasilkan besi yang padat, tapi biasanya keris majapahit jarang yang pamor-nya mapan seperti keris mataram. kadang hanya di bagian sor soran, dan terletak secara acak di bagian tengah dan ujung bilah. Pada jaman ini banyak pamor tiban, karena bahan keris yang dipakai mengandung unsur titanium atau nikel dan menjadi pamor tiban. Pamor tiban ini sendiri pada jaman dulu sering dianggap sebagai pamor wahyu, bentuknya abstrak dan tidak direka sebelumnya oleh mpu pembuatnay.

02 Januari, 2010

KERIS NAGA KIKIK


KERIS NAGA KIKIK (Naga Anjing)  salah satu dapur keris yang sering ditafsirkan sebagai SINGA BARONG.  ada bentuk Anjing di bagian gandik, biasa di lapis emas atau dikasih dengan mut-mutan emas atau berlian.

21 Desember, 2009

KERIS SENOPATEN

KERIS SENOPATEN atau keris jaman panembahan senopati itu artinya awal awal Jogjakarta Hadiningrat, karena penembahan senopati adalah DANANG SUTOWIJOYO anak angkat dari SULTAN HADIWIJAYA alias JAKA TINGKIR yang menjadi Sultan DEMAK BINTORO. Keris pada jaman ini khas dengan bilah yang ramping, pamor tajam, biasa memakai gonjo WULUNG ( hitam ). secara keseluruhan unsur estetika pada jaman ini sudah sangat cantik, lebih cantik dari jaman sebelumnya PAJANG.

19 Desember, 2009

KERIS NAGA


Orang awam apabila mendengar keris selalu mengidentikan dengan keris NAGA SASRA padahal keris ini termasuk bilah keris baru, bukan termasuk garap tangguh sepuh. Tapi dari segi estetika memang sudah unggul dalam hal seni pahat dan keselarasan bilah. Ini dikarenakan inovasi dari para Mpu pembuat keris dalam membuat sebuah bilah keris yang laras dan harmoni dari pangkal sampai ujung bilah dengan melihat dan mempelajari kekurangan kekurangan dari tangguh sebelumnya.

05 Desember, 2009

once upon a time

pulang kerja, ada teman sms, " pak, masih seneng keris gak".. ini teman sudah lama sekali gak ketemu tahu tahu sms, langsung aku balas dengan mantap" keris..? ..wah gua banget"..singkat cerita aku main kerumahnya. " piye kabare dab".."iki mas, aku entuk titipan keris NAGA PANDITA dari teman cirebon. Sebentar aku amati bilah keris itu."apik...apik..arep dimaharke piro"..."murah mas, mung 15 JT. Menahan nafas aku sarungkan lagi keris ke dalam warangkanya dalam hati " apik ning kok larang "                                    ora   mothek aku dab!

25 Oktober, 2009

PENDAHULUAN

Keris, senjata, pelengkap busana, dan berbagai mitos yang mengiringinya mengalami degradasi nilai yang sangat dalam. kenapa..? karena tetua kita dalam menjaga dan merawat keris ini penuh dengan mitos dan kekeliruan pemahaman sehingga benda budaya ini menjadi tidak terawat atau salah asuhan.
Kenapa dikatakan sebagai salah asuhan?.. pertama tama orang tua kita selalu memberi larangan larangan untuk membuka dan memegang keris dengan alasan alasan yang tidak masuk akal, wingit, nanti kesiku ( terkena akibat buruk) atau kualat dll. akhirnya generasi berikutnya tidak mau memegang bilah keris dikarenakan takut dengan akibat akibat yang ditimbulkan. menjadi pertanyaan kenapa orang kita menggunakan larangan dengan mitos mitos adalah karena efektifitasnya. Orang jawa khususnya sangat efektif dengan menggunakan cara cara tersebut. seandainya dikatakan bahwa dibilah keris itu ada racun arsenik yang berbahaya mungkin tidak akan efektif.

Akibat dari cara orang jawa menjaga keris dengan mitos mitos itu yang terjadi adalah:
1. generasi muda takut memegang keris, sehingga banyak keris yang tidak terawat karena tidak pernah dibuka atau di rawat dengan baik sehingga timbul karat dan menggerogoti bilah keris.
2. Cuek. tidak takut dengan keris-nya tapi acuh dengan perawatan sehingga bilah keris berkarat dan lama lama akan hancur.

Bisa disimpulkan bahwa kerusakan benda budaya ini adalah karena rasa takut yang tidak pada tempatnya dan rasa Cuek terhadap benda budaya.